Karanganyar, Jatengpress.com — Kegiatan halal bi halal ulama dan umara di Kabupaten Karanganyar menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara tokoh agama dan pemerintah daerah.
Acara yang berlangsung di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Minggu (26/4) itu dihadiri berbagai unsur organisasi keagamaan dan lembaga lintas umat. Selain menjadi ajang saling memaafkan, forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk menyampaikan evaluasi serta masukan terhadap jalannya program pemerintah, khususnya di bidang keagamaan dan kemasyarakatan.
Ketua Ikatan Koordinator Kajian Ahad Pagi (IKKAPI) Kabupaten Karanganyar, Bejo Riansah, mengatakan kegiatan tersebut memang telah dirancang sebagai wadah komunikasi antara ulama dan umara. Menurutnya, peran tokoh agama sangat penting dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Forum ini bukan hanya seremonial halal bi halal, tetapi juga bagian dari upaya membangun kolaborasi. Kami ingin memastikan program pemerintah berjalan sesuai visi dan misi, sekaligus memberikan masukan dari perspektif keumatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), LDII, serta unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Menurut Bejo, selama satu setengah tahun terakhir kepemimpinan Rober-Adhe di Karanganyar, komunikasi antara ulama dan pemerintah daerah berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari respons cepat terhadap berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat.
Salah satu isu yang sempat menjadi perhatian adalah penyakit masyarakat, seperti praktik perjudian. Namun, ia menyebut persoalan tersebut telah ditangani melalui koordinasi intensif antara tokoh agama dan pemerintah.
“Setiap ada keluhan atau gejala di masyarakat, kami langsung berkoordinasi. Jadi tidak menunggu masalah menjadi besar. Alhamdulillah, beberapa persoalan sudah bisa diselesaikan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sambutan juga disampaikan oleh Ketua MUI KH DR Badaruddin yang menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat. Sementara itu, perwakilan pemerintah daerah melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Ali Qodri menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan para tokoh agama.
Forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antarorganisasi dakwah agar dapat bergerak bersama dalam menciptakan suasana yang damai dan kondusif di Kabupaten Karanganyar. (Abdul Alim)






