SOLO, Jatengpress.com — Geliat olahraga tinju di Kota Solo kembali menguat. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah menggandeng komunitas Solo Wani Gelut (SOWAG) dan Shaduk Jotosh menggelar ajang tarung bertajuk SOWAG X Jotos di GOR Berma, Pajang, Laweyan, Sabtu (4/4).
Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, mengatakan ajang tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kembali ekosistem tinju profesional di daerah. Meski baru menjabat sekitar satu bulan, pihaknya langsung mendorong penyelenggaraan event sebagai wadah pembinaan atlet.
“Ini langkah awal kami. Kami ingin mengedukasi petinju amatir bahwa ada jalur profesional yang bisa membawa mereka ke tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya saat meninjau persiapan, Jumat (3/4).
Menurut Asri, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana menjembatani atlet dari level amatir menuju profesional. Ia berharap Solo kembali dikenal sebagai daerah yang mampu melahirkan petinju berprestasi.
Promotor kegiatan, Sinyo atau yang akrab disapa Mas Nyo, menjelaskan total terdapat sekitar 50 partai amatir yang digelar sejak pagi hari. Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai pelajar hingga kelas elite senior.
“Selain itu ada lima partai influencer dan satu partai profesional sebagai laga utama,” katanya.
Laga puncak akan mempertemukan petinju Faisol Rexy Akbar asal Jawa Timur melawan Ade Chihuahua dari Solo. Pertandingan ini memperebutkan Piala DPW ATI Jawa Tengah serta sabuk juara dari promotor.
Ajang yang berlangsung maraton hingga malam hari tersebut juga diharapkan mampu membuka ruang kompetisi yang lebih luas bagi atlet lokal, sekaligus menarik minat masyarakat terhadap olahraga tinju dan kickboxing.
Panitia menilai tingginya partisipasi peserta dan antusiasme komunitas menjadi indikasi kebangkitan olahraga tarung di Solo dan sekitarnya. Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat digelar secara berkelanjutan guna mencetak atlet potensial dari daerah. (Abdul Alim)


