GRESIK, Jatengpress.com — PT Petrokimia Gresik mulai menyalurkan kompensasi penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dengan total nilai mencapai Rp120 miliar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi pupuk tetap lancar sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penyaluran kompensasi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani dan pelaku distribusi agar tetap mampu menjalankan aktivitas di tengah penyesuaian harga.
“Penurunan HET memberikan dampak langsung pada biaya produksi pertanian. Melalui kompensasi ini, kami memastikan distribusi tetap berjalan dan petani tetap mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau,” ujarnya, Rabu (25/3).
Program kompensasi ini menyasar 782 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) serta 17.887 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) di berbagai daerah. Tahap awal penyaluran dilakukan di Boyolali dan Wonogiri dengan nilai awal Rp123 juta yang disalurkan kepada CV Lufi Jaya dan 42 PPTS.
Pencairan dilakukan dalam dua tahap, yakni termin pertama setelah kelengkapan dokumen terpenuhi dan termin kedua usai verifikasi lapangan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero).
Sejak diberlakukan pada 22 Oktober 2025, penurunan HET pupuk bersubsidi mencapai sekitar 20 persen. Kebijakan ini mencakup berbagai jenis pupuk, seperti Urea, NPK, NPK Kakao, ZA, hingga pupuk organik.
Menurut Daconi, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana visi Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Dengan harga pupuk yang lebih rendah dan distribusi yang terjaga, kami optimistis produktivitas pertanian dapat meningkat,” katanya.
Petrokimia Gresik menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran serta mendukung keberlanjutan produksi pangan nasional. (Abdul Alim)


