KARANGANYAR, Jatengpress.com— Pemerintah Kabupaten Karanganyar menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,27 persen pada 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Karangpandan, Selasa (31/3/2026).
Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, menyampaikan bahwa arah pembangunan daerah difokuskan pada penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM) dan pelaku ekonomi, termasuk sektor ekonomi kreatif. “Pembangunan ke depan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan UMKM, serta transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Berdasarkan capaian indikator makro tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Karanganyar tercatat sebesar 5,75 persen, tertinggi di wilayah Solo Raya. Sementara angka kemiskinan berada di angka 8,48 persen atau menurun 1,11 persen dibanding tahun sebelumnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78,67 dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,26 persen.
Untuk tahun 2027, selain pertumbuhan ekonomi, IPM juga ditargetkan meningkat menjadi 80,42. Sejumlah isu strategis masih menjadi perhatian, antara lain kualitas SDM, tata kelola pemerintahan, pengangguran, kemiskinan, hingga kelestarian lingkungan hidup.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Karanganyar, Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 telah melalui sejumlah tahapan partisipatif. “Proses perencanaan dimulai dari forum konsultasi publik pada 4 Februari 2026, dilanjutkan musrenbang kecamatan hingga forum perangkat daerah,” katanya.
Ia menyebutkan, terdapat 1.485 usulan pokok pikiran (pokir) DPRD yang masuk dalam perencanaan. Usulan tersebut didominasi oleh bantuan keuangan untuk peningkatan infrastruktur desa sebanyak 686 usulan, fasilitasi organisasi kemasyarakatan 187 usulan, serta penyediaan sarana peternakan sebanyak 171 usulan.
Sementara itu, Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM melalui dukungan permodalan dan pelatihan. Selain itu, peningkatan infrastruktur daerah, pemerataan pembangunan desa-kota, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas.
Acara dibuka oleh Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Anniyatis Shidikhati, S.P., M.P. Dalam sambutannya, disampaikan sejumlah arahan kebijakan nasional yang menjadi fokus pembangunan, antara lain pengentasan kemiskinan, pencapaian swasembada pangan dan energi, serta keberlanjutan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, dan penanganan sampah. (Abdul Alim)






