KARANGANYAR, Jatengpress.com — Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan kondisi inflasi daerah masih terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri. Hingga saat ini, laju inflasi di Karanganyar disebut masih berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Dheni Hendrawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kita masih di bawah standar inflasi provinsi dan nasional. Mudah-mudahan sampai Lebaran harga-harga tetap terjaga sesuai harapan,” ujarnya, Selasa (17/3)
Menurutnya, berbagai langkah antisipatif terus disiapkan, termasuk penguatan data serta perumusan kebijakan yang responsif terhadap dinamika pasar. Hal ini dilakukan agar lonjakan harga yang biasa terjadi saat momentum Lebaran dapat ditekan.
“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait, baik dalam penjagaan data maupun penyusunan kebijakan ke depan agar saat Lebaran tidak terjadi kenaikan harga,” katanya.
Terkait kebijakan pembatasan penukaran uang kartal oleh Bank Indonesia (BI), Dheni menilai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi. Ia menyebut BI sebagai otoritas moneter telah memiliki perhitungan matang dalam menjaga stabilitas peredaran uang.
“BI tentu sudah punya hitungan dan prediksi. Pembatasan peredaran uang kartal itu juga mempertimbangkan variabel-variabel yang mempengaruhi inflasi, termasuk pergerakan harga di daerah,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan penukaran uang melalui jalur resmi yang telah disiapkan BI. (Abdul Alim)



