Jatengpress.com, Semarang – Hingga Rabu (11/2/2026) siang, tim gabungan SAR masih melakukan pencarian terhadap Nadia Eka Kurniawati, pengendara sepeda motor yang hanyut terseret luapan arus sungai di Desa Krajan, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen.
Dari informasi yang dihimpun, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mijen pada Selasa (10/2/2026) sore mengakibatkan Sungai Desa Krajan, Kelurahan Karangmalang, meluap hingga menutup akses jalan di sekitar jembatan penghubung menuju Desa Gerung, Gedungan, dan Gares.
Di Jembatan Desa Krajan RT 02 RW 02, luapan air yang diperparah oleh pohon tumbang dan tumpukan sampah yang menyumbat badan jembatan, membuat arus sungai meluber ke jalan.
Saat itu sekitar pukul 18.30,, dua remaja perempuan yang berboncengan sepeda motor Honda Scoopy tahun 2025 diduga nekat melintas di tengah derasnya arus.
Akibatnya, keduanya terseret arus sungai. Satu korban, Alfa Ayuda Inara (14), warga Mlaten, Pagerwojo, Limbangan, Kabupaten Kendal, berhasil menyelamatkan diri.
Dalam kondisi lemas, ia meminta pertolongan di Masjid Pondok Pesantren Raudlatul Syifa, Karangmalang, dan melaporkan bahwa rekannya, Nadia Eka Kurniawati, hanyut terbawa arus bersama sepeda motornya.

PERAWATAN MEDIS : Satu korban selamat terseret luapan Sungai Desa Krajan, Karangmalang, Mijen, Alfa Ayuda Inara (14), mendapat perawatan medis di Puskesmas Karangmalang, Mijen. Rekannya, Nadia Eka Kurniawati hanyut bersama sepeda motornya, dan masih dalam pencarian tim SAR. Foto : ist
Usai melapor, korban selamat sempat pingsan dan kemudian dibawa warga ke Puskesmas Karangmalang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Nadia Eka Kurniawati, yang berdomisili di Cangkiran, Kota Semarang, hingga berita ini diturunkan masih belum ditemukan. Sepeda motor yang dikendarai juga turut hanyut terbawa arus.
Laporan kejadian diterima SPKT Polsek Mijen, dan sekitar pukul 19.00 WIB personel piket fungsi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pencarian awal. Pada pukul 20.30 WIB, tim Basarnas dan BPBD Kota Semarang tiba di lokasi dan bergabung bersama Polsek Mijen, Koramil, relawan, serta warga setempat untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, termasuk di sekitar Jembatan Polaman dan Jembatan Cempoko. Namun, karena kondisi gelap dan arus yang masih deras, pencarian sementara dihentikan pada pukul 21.40 WIB dan dilanjutkan keesokan harinya, Rabu (11/2/2026) pukul 06.30 WIB dengan posko pencarian di Masjid Ponpes Raudlatul Syifa.
Kapolsek Mijen Kompol Sutowo, S.H. menyampaikan bahwa pihaknya bersama unsur terkait terus berupaya maksimal dalam proses pencarian korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana saat intensitas hujan tinggi.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di jalan atau jembatan yang tergenang air maupun saat arus sungai meluap. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Apabila terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani,” tegas Kompol Sutowo.
Ia juga meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai karena dapat menyebabkan penyumbatan aliran air dan memperparah banjir. Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga saat ini, proses pencarian korban yang hanyut masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan melibatkan unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, serta masyarakat sekitar. (CIP)







