Jatengpress.com, Temanggung – Aksi tanam 1.000 pohon digelar oleh Forum Jurnalis Temanggung (FJT) dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan dilaksanakan di sekitar Embung Kledung dan lereng pegunungan, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan tanam pohon ini diikuti jajaran forkopimda, santri, pelajar, relawan, dan perwakilan masing-masing basecamp pendakian di wilayah Temanggung.
Adapun jenis pohon yang ditanam berupa buah-buahan, seperti jambu, alpukat, nangka, dan sejumlah tanaman lainnya.
Melalui momentum HPN 2026, FJT ingin menegaskan bahwa pers tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi. Tetapi juga bagian dari solusi dan penggerak kolaborasi untuk Temanggung yang lebih lestari dan berkelanjutan.
Ketua Panitia HPN 2026, Anis Efizudin, mengatakan, aksi penghijauan dilakukan di 9 titik jalur pendakian yang tersebar di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, hingga Gunung Prau.
Penanaman, menurut dia, akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang.
“Aksi ini bentuk dukungan kami kepada pemerintah dalam menjaga alam Temanggung. Jangan sampai alam kita rusak karena kurangnya kepedulian bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini tak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi sebagai penegasan tentang peran pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Dia menuturkan, kawasan pegunungan di Temanggung memiliki peran vital sebagai daerah tangkapan air dan penyangga ekosistem. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk insan pers, menjadi penting dalam menjaga kelestariannya.
FJT berharap keterlibatan komunitas pendaki dan pengelola basecamp di jalur-jalur pendakian. Anis menyebut, pendaki diharapkan agar dapat ikut membawa bibit pohon saat naik gunung sebagai bagian dari gerakan konservasi bersama.
“Harapannya, teman-teman basecamp bisa mengajak pendaki membawa dan menanam pohon saat pendakian. Ini langkah kecil, tetapi dampaknya besar untuk kelestarian alam,” katanya.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada FJT.
Dia menegaskan, pers memiliki peran ganda. Sebagai mitra pembangunan sekaligus kontrol sosial bagi jalannya pemerintahan.
“Tanpa kawan-kawan pers, apa yang kami lakukan tidak akan tersiar. Sampai hari ini pers menjadi partner yang baik bagi Kabupaten Temanggung,” katanya.
Agus mengakui tidak bisa menolak saat diundang FJT untuk terlibat dalam aksi tersebut. Baginya, kolaborasi antara pemerintah dan pers merupakan bagian penting dalam membangun daerah.
“Peran harus kita bagi-bagi karena tidak bisa dikerjakan sendiri. Mari kita saling mengisi. Kalau ada ruang-ruang yang kosong, mungkin bisa diisi ide dan inisiatif teman-teman pers,” ujarnya.
Namun, Agus juga mengingatkan agar pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif.
“Jangan lupa kontrol sosial sebagai pengingat agar kebijakan benar-benar bisa mensejahterakan dan memperbaiki kehidupan masyarakat Temanggung,” tegasnya. (TB)







