Jatengpress.com, Karanganyar — Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Sroyo 2 di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Selasa (3/2). Sidak dilakukan menyusul adanya masukan dan aduan dari penerima manfaat, baik siswa maupun orang tua.
Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Ali Akbar, mengatakan sidak tersebut bertujuan memastikan seluruh proses produksi dan distribusi makanan MBG berjalan sesuai standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Sidak ini kami lakukan berdasarkan masukan dari penerima manfaat. Prinsipnya, kami ingin memastikan pelayanan MBG benar-benar memenuhi standar sehat, higienis, dan halal,” kata Ali Akbar di sela sidak.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi D meninjau langsung sejumlah tahapan operasional, mulai dari persiapan bahan makanan, proses memasak, pencucian food tray, hingga sanitasi lingkungan. Hasilnya, masih ditemukan beberapa aspek yang perlu segera dibenahi, khususnya terkait pengelolaan sanitasi dan air limbah.
“Ada satu-dua hal yang harus diperbaiki, terutama soal higienitas memasak, pencucian food tray, sanitasi lingkungan, serta pengolahan IPAL. Air bersih menjadi faktor yang sangat penting karena berpengaruh langsung pada kualitas produksi makanan,” tegasnya.
Ali Akbar menyebutkan, SPPG Sroyo 2 saat ini melayani sekitar 2.400 penerima manfaat, yang meliputi siswa SD, TK, SMA, serta kelompok B3 seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ia menegaskan, pelayanan dengan jumlah penerima manfaat sebesar itu harus didukung sistem yang benar-benar layak dan aman.

“Kami sudah meminta komitmen kepada Kepala SPPG dan yayasan pengelola untuk segera membenahi kekurangan yang ada. Termasuk juga transportasi pengantaran makanan, kendaraan harus layak, standar, dan bersih,” ujarnya.
Meski demikian, Komisi D juga mencatat adanya aspek positif dari SPPG Sroyo 2. Berdasarkan hasil peninjauan, kualitas menu makanan dinilai sudah baik dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan.
“Pendampingan dari dinas terkait sangat penting agar program MBG ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan tidak menimbulkan risiko kesehatan,” lanjut Ali Akbar.
Senada, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar, Suwarni, menyampaikan hasil evaluasi terhadap operasional SPPG Sroyo 2, Kecamatan Jaten, berdasarkan pemantauan langsung di lapangan. Evaluasi tersebut menyoroti sejumlah aspek yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari pihak pengelola.
Suwarni mengungkapkan, salah satu catatan utama dalam tinjauan tersebut adalah kondisi sistem sanitasi dan pengelolaan limbah. Saluran pembuangan air limbah di SPPG Sroyo dinilai belum berfungsi secara optimal sehingga membutuhkan perbaikan infrastruktur agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitar lokasi.
“Saluran pembuangan limbah perlu segera dibenahi supaya lebih layak dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” ujar Suwarni.
Selain itu, aspek kebersihan juga menjadi perhatian. Menurutnya, tingkat kebersihan di area tempat tinggal maupun lokasi umum SPPG masih perlu ditingkatkan agar memenuhi standar kelayakan bagi para penghuni dan mendukung pelayanan pemenuhan gizi yang optimal.

Meski demikian, Suwarni juga mencatat adanya aspek positif dalam pengelolaan SPPG Sroyo. Kualitas menu makanan yang disediakan telah ditinjau dan dinilai berada dalam kondisi baik serta memenuhi standar yang diharapkan.
“Hasil peninjauan menunjukkan bahwa menu makanan sudah cukup baik. Tinggal bagaimana pengelola meningkatkan aspek kebersihan dan sanitasi agar pelayanan bisa berjalan lebih maksimal,” tambahnya.
Ke depan, Komisi D mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar untuk terus melakukan pendampingan terhadap seluruh SPPG yang bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), baik melalui pelatihan, pengawasan sanitasi, maupun peningkatan kualitas pengolahan makanan.(Abdul Alim)






