KARANGANYAR, Jatengpress.com— DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karanganyar menggelar kegiatan Sekolah Tani sekaligus melaunching Pasar Tani di Kantor DPD PKS Karanganyar, Sabtu (14/2). Program yang merupakan agenda nasional inisiasi DPP PKS tersebut diluncurkan serentak dengan pusat kegiatan di Bogor.
Sejak pagi hari, ratusan warga terutama kaum ibu rumah tangga tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Mereka mengantre untuk menukarkan kupon dan membeli paket sembako murah yang disediakan panitia dalam rangka menyambut Ramadan.

Sekretaris DPD PKS Karanganyar, Eghar Prasetya, mengatakan Karanganyar menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang turut menggelar launching Pasar Tani secara serentak pada hari tersebut.
“Pasar Tani ini program DPP yang hari ini launching terpusat di Bogor. Di Jawa Tengah yang mengadakan hanya Karanganyar. Karena Sekolah Tani PKS di Karanganyar sudah berjalan di banyak kecamatan dan cukup produktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Tani di Karanganyar telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan sempat diresmikan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, di Berjo, Ngargoyoso. Program tersebut rutin digelar setiap bulan secara bergilir di tiap kecamatan, dengan materi beragam mulai dari budidaya alpukat, pisang, pembuatan kompos hingga peternakan.
“Hari ini materinya tentang alpukat. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas petani supaya lebih produktif dan memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Menurut Eghar, peserta Sekolah Tani terbuka untuk umum, meskipun sebagian di antaranya merupakan kader PKS. Setiap kecamatan rata-rata diikuti sekitar 50 peserta setiap kali pertemuan.
Peluncuran Pasar Tani, lanjutnya, menjadi terobosan untuk mendukung keberlanjutan program Sekolah Tani. Pasar Tani difungsikan sebagai wadah pemasaran hasil produk peserta, seperti hasil pertanian organik, pupuk, bibit tanaman, hingga komoditas segar.
“Setelah mendapatkan pendidikan, tentu banyak yang menghasilkan produk. Pasar Tani ini untuk menangkap market-nya agar produk mereka bisa terserap,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar bazar sembako murah dengan sistem kupon guna mencegah pembelian dalam jumlah besar oleh satu orang dan agar manfaatnya lebih merata. Sebanyak 200 paket berisi minyak goreng, beras, gula dan sejumlah produk kemasan disediakan panitia.
Sejumlah ibu rumah tangga mengaku terbantu dengan adanya bazar murah tersebut, terlebih menjelang Ramadan ketika kebutuhan pokok cenderung meningkat. Mereka berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar untuk membantu meringankan beban belanja keluarga.
“Karena ingin manfaatnya lebih luas, maka kita batasi dengan sistem kupon. Jadi tidak bisa diborong satu orang saja,” pungkas Eghar. (Abdul Alim)


