DPD GMNI Jateng Gelar KTM di Alas Obong Sragen, Tekankan Kader Menyatu dengan Rakyat

Jatengpress.com, SRAGEN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Tengah menggelar Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) di Dusun Alas Obong, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai Minggu (8/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026).

Mengusung tema “Memayu Hayuning Bangsa”, KTM dirancang sebagai proses kaderisasi yang menempatkan kader hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa. Peserta tidak hanya menerima materi ideologis dan organisatoris, tetapi juga terlibat dalam kehidupan sosial warga setempat.

Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua DPD GMNI Jateng Andi Harisaa Pane, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Didik Hariyadi, serta Pelaksana Tugas Kepala Dusun Alas Obong Sutrisno.

Ketua Panitia KTM Hendro Saputro menjelaskan, kaderisasi kali ini mengadopsi konsep “3S” yang pernah diterapkan GMNI pada era 1960-an, yakni sama tidur, sama makan, dan sama kerja bersama masyarakat.

“Tujuannya mencetak kader pemimpin yang mampu berinteraksi langsung dengan rakyat, menggali nilai sosial, budaya, dan semangat perjuangan di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Menurut Hendro, pemilihan Dusun Alas Obong dilakukan untuk memaksimalkan proses pembelajaran sosial kader melalui dialog dan kerja bersama warga serta tokoh desa. Ia menilai KTM ini menjadi tahapan penting dalam mencetak kader yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga peka terhadap realitas sosial.

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Jateng Andi Harisaa Pane menegaskan bahwa KTM mencerminkan pergeseran paradigma kaderisasi GMNI, dari kegiatan yang bersifat seremonial menuju kesederhanaan dan keberpihakan pada rakyat.

“GMNI harus menyatu dengan rakyat, bukan sekadar mengatasnamakan mereka. Kader harus belajar mendengar sebelum berbicara, dan hidup bersama rakyat sebelum memperjuangkannya,” tegas Andi.

Ia juga menekankan bahwa selama kaum Marhaen masih mengalami penindasan, kader GMNI dituntut untuk terus bergerak dan membumikan Marhaenisme melalui empati serta aksi nyata.

Perwakilan Persatuan Alumni (PA) GMNI Sragen, Kukuh Cahyono, menyebut kegiatan ini menjadi kali ketiga GMNI menggelar agenda kaderisasi di Dusun Alas Obong. Hal tersebut, menurutnya, menandakan kuatnya ikatan emosional antara GMNI dan masyarakat setempat.

“Peserta berangkat dengan biaya sendiri, makan seadanya. Ini bagian dari pengorbanan dan proses pembentukan karakter. Kader harus menjadi ujung tombak suara rakyat,” katanya.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Jateng Didik Hariyadi berharap kaderisasi tidak berhenti pada kebanggaan simbolik, melainkan mampu melahirkan kader yang berkontribusi nyata bagi pembangunan desa.

“Kader harus ikhlas, mandiri, dan mampu menerjemahkan ide menjadi program. Batasi penggunaan gawai, beradaptasi dengan kehidupan desa, dan ciptakan inovasi yang memberdayakan masyarakat,” pungkasnya. (Abdul Alim)