Pemkab Karanganyar Fokuskan Inovasi Desa untuk Jalankan Posyandu 6 SPM

Jatengpress.com, Karanganyar – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menargetkan seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya membentuk Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sepanjang tahun 2025, dengan operasional penuh direncanakan mulai 2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas fungsi Posyandu sebagai pusat layanan dasar masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto, mengatakan bahwa Posyandu kini tidak hanya melayani sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Menurut Sundoro, pemerintah daerah tidak menyediakan anggaran khusus untuk pembangunan fisik gedung Posyandu 6 SPM. Ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong inisiatif dan kreativitas masing-masing desa dalam menyiapkan sarana pendukung sesuai dengan kondisi wilayahnya.

“Kalau yang sifatnya bangunan fisik, saya pikir itu nanti menjadi agenda berikutnya, karena bangunan fisik itu tergantung inovasi desa masing-masing. Yang terpenting sekarang program Posyandu SPM ini jalan dulu dan diluncurkan terlebih dahulu,” ujar Sundoro usai launching posyandu 6 SPM Desa Paulan Colomadu, Selasa (6/1)

Ia menjelaskan bahwa dukungan anggaran yang tersedia saat ini difokuskan pada kebutuhan operasional dan honorarium kader. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 9.022 kader Posyandu yang akan terlibat dalam penyelenggaraan layanan 6 SPM di tingkat desa dan kelurahan. Seluruh Posyandu yang terbentuk dan diluncurkan selama 2025 ditargetkan mulai beroperasi efektif pada tahun 2026.

Sementara itu, Camat Colomadu, Sriyono Budi Santoso, menilai pelaksanaan Posyandu 6 SPM di wilayah dengan karakter masyarakat yang heterogen membutuhkan pendekatan khusus, seperti di Desa Paulan yang banyak dihuni warga pendatang dan penghuni perumahan.

“Di wilayah seperti ini tantangannya ada pada komunikasi. Tapi warga pendatang itu justru banyak yang punya potensi, bahkan bisa menjadi agen perubahan. Ini tinggal bagaimana pemerintah desa dan tokoh masyarakat melakukan pendekatan yang tepat,” kata Sriyono.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terlihat saat peluncuran Posyandu 6 SPM di wilayahnya. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting untuk memastikan kesiapan masyarakat sebelum program berjalan penuh pada 2026.

Pemkab Karanganyar terus melakukan peluncuran Posyandu 6 SPM secara bertahap di berbagai kecamatan guna memastikan seluruh desa dan kelurahan siap menjalankan integrasi layanan dasar sebagai standar baru pelayanan publik di tingkat desa. (Abdul Alim)