MWCNU Kaligesing Gelar Harlah NU ke-100 dan Musker 2026

Jatengpress.com,Purworejo-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kaligesing menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja (Musker) MWCNU 2026. Dalam kegiatan tersebut, MWCNU Kaligesing menetapkan pengadaan mobil khidmah sebagai program prioritas tahun 2026. Acara berlangsung di Aula Gedung MWCNU Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (30/01/2026) sore.

Rapat kerja dihadiri jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU, pengurus Badan Otonom NU, serta perwakilan pengurus ranting se-Kecamatan Kaligesing. Forum tersebut membahas evaluasi program kerja sekaligus penetapan arah kebijakan organisasi untuk tahun mendatang.

Ketua MWCNU Kaligesing, KH Khabib Sholeh, S.Pd.I., mengatakan, bahwa dari tujuh program kerja yang telah dirumuskan, tiga di antaranya telah berhasil direalisasikan.

“Alhamdulillah, tiga program sudah terlaksana, yaitu penyelesaian pembangunan Gedung MWCNU Kaligesing, pembangunan dapur, serta seminar kewanitaan. Tahun 2026 ini kami fokus pada pengadaan mobil khidmah,” kata KH. Khabib Sholeh.

Menurutnya, keberadaan mobil khidmah diperlukan untuk menunjang berbagai kegiatan organisasi NU, baik di tingkat MWC maupun ranting. Mobil tersebut akan digunakan untuk kepentingan OPERASIONAL MWCNU.BADAN OTONOM SERTA RANTING NU.

Dijelaskan, selain mobil, MWCNU Kaligesing juga merencanakan pengadaan sepeda motor operasional. Hal ini mempertimbangkan kondisi geografis Kaligesing yang sebagian besar merupakan wilayah pegunungan.

“Tidak semua wilayah bisa dijangkau mobil. Untuk daerah pegunungan, sepeda motor justru lebih efektif, terutama untuk kegiatan lapangan dan penyampaian undangan,” ujarnya.

Terkait pendanaan, KH. Khabib Sholeh menjelaskan, pengadaan mobil dan sepeda motor khidmah dilakukan melalui donasi pribadi para pengurus, tanpa menggunakan kas organisasi. Donasi melibatkan pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, serta Badan Otonom NU, dan dikoordinasikan oleh bendahara MWCNU.

“Donasi ini murni dari keikhlasan masing-masing pengurus. Tidak menggunakan kas, baik kas MWC maupun kas Badan Otonom,” paparnya.

Hingga rapat berlangsung, dana yang telah terkumpul mencapai sekitar Rp80 juta, yang bersumber dari Koin NU, Koin Toko Alpamah Kaligesing, serta sejumlah donatur yang telah menyatakan komitmen dukungan.

Lanjutnya, selain dari pengurus, MWCNU Kaligesing juga menetapkan partisipasi warga NU melalui infak sebesar Rp10.000 per kepala keluarga untuk tahun 2026. Dana tersebut dibagi dengan ketentuan 50 persen untuk operasional MWCNU dan 50 persen untuk operasional ranting. Dua ranting, yakni Tlogoguwo dan Sumowono, mendapat skema pembagian berbeda setelah mengajukan 60 persen untuk ranting dan 40 persen untuk MWCNU.

MWCNU Kaligesing menargetkan pengadaan mobil khidmah dapat direalisasikan pada September 2026.

“Harapannya, dengan adanya mobil dan sepeda motor khidmah, kegiatan MWCNU, Badan Otonom, dan ranting bisa lebih terjangkau dan pelayanannya semakin optimal,” pungkas KH. Khabib Sholeh. (AYG)