Jatengpress.com, Karanganyar — The Lawu Group meneguhkan komitmen pertumbuhannya dengan mengusung visi “Growing Together” dalam perayaan Milad ke-9 yang digelar di Sunan Lawu, Wonder Park Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (9/1/2026) malam.
Syukuran ini menjadi momentum refleksi perjalanan perusahaan sejak berdiri pada 1 Januari 2017, sekaligus penegasan arah pengembangan bisnis pariwisata dan kuliner yang berkelanjutan bersama karyawan, masyarakat, UMKM, stakeholder, dan pemerintah.
Owner sekaligus General Manager The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono, menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh pihak, termasuk pada masa sulit pandemi Covid-19.
“Sejak awal kami tidak hanya membangun bisnis, tetapi ekosistem usaha yang berkelanjutan. Pertumbuhan ini adalah hasil kerja keras tim dan dukungan masyarakat,” ujar Parmin.
Berawal dari satu unit usaha Sate Lawu, kini The Lawu Group telah mengelola 23 lokasi usaha dengan 34 brand, tersebar di Karanganyar, Semarang, Magelang, Pacitan, Magetan, hingga Probolinggo. Perusahaan juga melakukan diversifikasi ke sektor agro dan peternakan, serta tengah memproses akuisisi lembaga keuangan berbasis syariah untuk penguatan bisnis jangka panjang.
Parmin menegaskan filosofi kerja Lawu Group, yakni sukses, berkah, dan mulia, yang diwujudkan melalui kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja tuntas.
Dalam evaluasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Parmin mengakui adanya penurunan kunjungan wisata sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor daya beli masyarakat, kebijakan, cuaca, serta pergeseran pola wisata menjadi bahan evaluasi perusahaan.
Ia menyoroti kepadatan wisata di Yogyakarta yang tidak berbanding lurus dengan daerah penyangga seperti Karanganyar dan Klaten.
“Ini menjadi catatan penting agar destinasi wisata lebih adaptif terhadap perubahan tren,” katanya.
Memasuki 2026, The Lawu Group akan memfokuskan ekspansi ke Jawa Timur, khususnya kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Pengembangan dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan UMKM dan masyarakat lokal, menggabungkan potensi alam, seni, budaya, dan kreativitas agar menciptakan pengalaman wisata yang unik dan berkelanjutan.
“Pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan alam. Harus ada sentuhan manusia, seni, dan cerita agar pengunjung ingin kembali,” tegas Parmin.
Perayaan Milad ke-9 juga diisi dengan berbagai kegiatan apresiatif, antara lain pemberian beasiswa bagi anak karyawan berprestasi, penghargaan untuk karyawan dari berbagai unit, serta award khusus unit hospitality resort yang dirangkai dengan lomba menghafal Alquran bagi anak.
Selain itu, donasi dari sponsor acara disalurkan untuk korban bencana alam di Sumatera, sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-9 kepada Lawu Group. Ia mengapresiasi visi “Growing Together” yang dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Karanganyar, yakni “Sesarengan Bangun Karanganyar.”
“Ketekunan dan keseriusan dalam bekerja akan menghasilkan prestasi luar biasa. Pelayanan pariwisata yang humanis dan ramah menjadi kunci agar wisatawan mau kembali,” ujar Adhe.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Karanganyar untuk mengembangkan sektor pariwisata dan pertanian secara sinergis, serta berharap Lawu Group terus berkontribusi bagi peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat “Growing Together”, The Lawu Group optimistis dapat terus tumbuh sekaligus memberi dampak nyata bagi pembangunan pariwisata dan ekonomi regional. (Abdul Alim)







