Jatengpress.com, Karanganyar – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar resmi membuka angkatan kedua program Day Care Lansia Aisyiyah pada Selasa, 13 Januari 2026. Program yang telah berjalan selama dua tahun ini menjadi ruang produktif bagi para lansia untuk tetap bugar, aktif, dan bahagia di masa tua.
Kegiatan Day Care Lansia Aisyiyah dipusatkan di kompleks Gedung Aisyiyah Karanganyar. Ketua Day Care Lansia Aisyiyah (DCLA) Karanganyar, Umi Sholihah, menyampaikan bahwa program tersebut mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Pada angkatan pertama yang berlangsung selama enam bulan, program ini diikuti oleh 20 orang lansia dan berakhir pada November 2025. Sementara itu, angkatan kedua yang resmi dimulai hari ini diikuti oleh 25 orang lansia.
“Hari ini kami memulai angkatan kedua. Antusiasmenya luar biasa. Jumlah pesertanya meningkat dibanding angkatan pertama. Para lansia yang berusia antara 60 hingga 85 tahun sangat semangat untuk kembali beraktivitas bersama,” ujar Umi.
Pada pertemuan perdana ini, kegiatan diawali dengan sesi orientasi yang diisi dengan pengenalan program Day Care Lansia Aisyiyah serta para pengurus dan pendamping. Orientasi dikemas secara ringan dan komunikatif agar para peserta merasa nyaman dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.
Selain itu, kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking yang dirancang khusus untuk lansia. Melalui permainan sederhana, gerak ringan, dan saling perkenalan, suasana menjadi lebih cair dan hangat. Para peserta tampak antusias, saling menyapa, tertawa, dan mulai membangun keakraban satu sama lain sejak hari pertama.
Berbeda dengan penitipan lansia pada umumnya, Day Care Aisyiyah Karanganyar menerapkan kurikulum yang terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan fisik, mental, serta sosial lansia. Kegiatan berlangsung setiap pertemuan dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan beragam aktivitas yang dirancang untuk menunjang kebugaran, keterampilan, dan kesehatan mental peserta.
Umi Sholihah menambahkan, program ini dirancang agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Biaya atau SPP yang dikenakan sangat terjangkau dan hanya digunakan untuk kebutuhan snack serta pemenuhan gizi lansia selama kegiatan berlangsung.
“Kami ingin program ini benar-benar ramah lansia, termasuk dari sisi biaya. Yang terpenting adalah kesehatan, kebahagiaan, dan kebersamaan mereka,” jelasnya.
Menurut Umi, tujuan utama Day Care Lansia Aisyiyah adalah mengurangi rasa jenuh dan kesepian yang kerap dialami lansia saat berada di rumah. Dengan berkumpul bersama teman sebaya, para peserta merasa lebih dihargai dan memiliki komunitas yang saling mendukung.
“Kami ingin mereka tetap aktif dan merasa bermakna. Di sini mereka bisa bercanda, belajar hal baru, dan yang paling penting adalah merasa bahagia,” tambah Umi, yang juga merupakan pensiunan guru matematika.
Dengan dimulainya angkatan kedua ini, Day Care Aisyiyah Karanganyar diharapkan dapat terus menjadi contoh pelayanan lansia yang holistik, terjangkau, dan berbasis komunitas, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Ketua Pimpinan Dakwah Aisyiyah (PDA) Karanganyar, Hidiyah Rohmani, menegaskan bahwa Day Care Lansia Aisyiyah merupakan bagian dari dakwah Aisyiyah yang bersifat inklusif dan menyentuh langsung kebutuhan umat.
“Day care lansia ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari dakwah Aisyiyah yang menyejukkan, mendampingi, dan memuliakan lansia agar tetap merasa dihargai serta dekat dengan nilai-nilai keislaman,” ujar Hidiyah.
Ia menambahkan bahwa lansia memiliki potensi besar untuk tetap produktif dan berperan di tengah masyarakat apabila difasilitasi dengan baik.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa lansia bukan beban, melainkan aset umat yang harus dirawat, diperhatikan, dan diberdayakan,” imbuhnya. (Abdul Alim)


