Jatengpress.com, Senayan – Anggota DPR RI Komisi X, Juliyatmono, menegaskan komitmen DPR RI dalam mendukung kebijakan Pemerintah terkait penguatan literasi nasional sebagai bagian strategis pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Juliyatmono, langkah-langkah yang telah dijalankan Pemerintah, khususnya melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menunjukkan arah kebijakan yang tepat dalam memperluas akses serta meningkatkan kualitas layanan literasi bagi masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI memandang penguatan literasi sebagai investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terutama di sektor pendidikan, kebudayaan, dan riset.
“DPR RI melalui Komisi X mendukung kebijakan Pemerintah dalam penguatan literasi nasional. Program-program yang telah berjalan perlu terus diperkuat dengan sinergi kebijakan, penganggaran yang efektif, serta pelaksanaan yang konsisten dan berkelanjutan,” ujar Juliyatmono di Jakarta dalam rilis yang diterima Jatengpress.com, Selasa (20/1/2026).
Lebih lanjut, Juliyatmono menekankan pentingnya percepatan transformasi digital perpustakaan serta peningkatan sarana dan prasarana literasi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pemerataan akses literasi menjadi kunci dalam menciptakan keadilan pembangunan di seluruh daerah.
Ia juga menilai sinergi lintas kementerian dan lembaga perlu terus diperkuat agar program literasi nasional dapat berjalan efektif, terintegrasi, dan tepat sasaran.
“Komisi X DPR RI siap mengawal dan mendukung Pemerintah agar kebijakan literasi nasional benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, Juliyatmono memastikan DPR RI akan terus berperan aktif dalam mendukung dan mengawasi kebijakan Pemerintah di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan literasi agar tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.
“Penguatan literasi adalah kepentingan bersama. DPR RI dan Pemerintah harus berjalan seiring demi mewujudkan pembangunan manusia Indonesia yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)



