Jatengpress.com, Karanganyar — Bank Jateng Cabang Karanganyar menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp20 juta untuk membantu pemulihan rumah warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Separe, Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Direktur Bank Jateng Anang Tri Widodo bersama Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana pada Rabu (14/1/2026).
Wakil Direktur Bank Jateng Anang Tri Widodo mengatakan, penyaluran CSR ini merupakan wujud kepedulian Bank Jateng terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam, sekaligus komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi warga.
“Bank Jateng berkomitmen hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga lewat program tanggung jawab sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga, terutama saat terjadi bencana,” ujar Anang.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto mengapresiasi kontribusi Bank Jateng yang dinilai konsisten mendukung program kemanusiaan dan kebencanaan di Kabupaten Karanganyar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Jateng atas kepeduliannya melalui program CSR. Bantuan ini sangat berarti bagi korban untuk mempercepat proses pembangunan kembali rumah yang rusak akibat longsor,” kata Rober.
Menurut Rober, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan pascabencana agar berjalan cepat dan tepat sasaran.
Bencana longsor di Wukirsawit terjadi pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 18.30 WIB, menimpa rumah milik Jumiyem hingga mengalami kerusakan berat dan tidak layak huni. Akibat kejadian itu, korban bersama empat anggota keluarganya harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menjelaskan, total bantuan tunai yang diterima korban mencapai Rp50 juta, terdiri atas Rp30 juta dari Baznas Karanganyar dan Rp20 juta dari CSR Bank Jateng. Selain itu, korban juga menerima bantuan logistik dari BPBD, Dinas Sosial, PMI, serta dukungan masyarakat setempat.
Pemkab Karanganyar juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (Abdul Alim)







