Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis : Stok Beras Akhir Tahun Aman

Jatengpress.com, Semarang – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengungkapkan, stok beras pemerintah untuk kebutuhan masyarakat di akhir tahun 2025, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk memenuhi lonjakan permintaan kebutuhan Natal dan tahun baru 2026. 

Produksi beras nasional menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), lebih tinggi dari kebutuhan masyarakat.  

Untuk itu, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kebutuhan dan kecukupan stok beras. 

Ia mengungkapkan, dari data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dalam rapat yang digelar di Komisi IV DPR RI, produksi beras nasional tahun 2025 ini diprediksi mencapai 34,7 juta ton, sedangkan kebutuhan beras nasional 33 juta ton. 

Hal tersebut menjadikan pemerintah telah mampu berswasembada beras. 

Meski diakui swasembada belum terpenuhi pada jagung, kedelai dan gula pasir, namun anggota DPR RI PKS dari Dapil Jawa Tengah 5 (Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta) ini menjamin stok pangan nasional secara keseluruhan, aman. 

“Kalau pangan, yang bisa swasamebada di akhir tahun ini adalah beras karena produksinys mencapai 34,7 juta ton. Kalau jagung, kedelai dan gula pasir belum (swasembada), tetapi stok secara keseluruhan aman untuk kebutuhan masyarakat di hari Natal dan tahun baru,” kata Abdul Kharis, didampingi Ketua DPW PKS Jateng, Hadi Santoso, Minggu (30/11/2025), di acara sarasehan bersama Ketua DPW PKS Jateng, bertempat di Loko Caffe Semarang. Sarasehan digelar dalam rangka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS Jawa Tengah. 

Kharis mengungkapkan, kebutuhan masyarakat terhadap bahan bahan pangan di bulan Desember naik, merupakan hal yang wajar, karena ada hari raya Natal dan tahun baru. Namun yang terpenting adalah, harga bisa terjaga tetap stabil.

“Stok beras tersebut ada di Bulog, dan berdasarkan laporan Bulog, Alhamdulillah stok pangan cukup,” ujar dia. (CIP)