Pra Konfercab GP Ansor Karanganyar Rumuskan 3 Materi

Jatengpress.com, Karanganyar-Pra Konfercab GP Ansor Kabupaten Karanganyar sukses digelar para penggerak organisasi tersebut di rumah dinas bupati, Minggu (31/8/2025). Tiga materi dibahas dalam sidangnya. 

Sekretaris GP Ansor Karanganyar Nurcholis mengatakan agenda di dalamnya berupa sidang persiapan konfercab ke-8 yang akan digelar 28 September mendatang. Ia mengatakan pra konfercab merupakan upaya meraih musyawarah untuk mufakat pada agenda konfercab. 

“Sehingga saat konfercab tinggal pengesahan saja. Harapannya begitu. Di pra konfercab ini ada tiga materi yang dibahas yaitu tata tertib konfercab, pokok kerja organisasi dan rekomendasi tatib pemilihan ketua cabang periode 2025-2028,” katanya. 

Identitas calon ketua baru akan kelihatan saat pengumpulan rekomendasi pada konfercab nanti. 

Di pra konfercab, panitia mengundang pengurus dari 17 PAC GP Anso, pengurus cabang, pengurus wilayah Jawa Tengah, Ketua PCNU Karanganyar dan Bupati Karanganyar Rober Christanto. 

Dalam agenda pra konfercab ini, sidang dipimpin Nur Cholis dan Korwil GP Ansor Soloraya Zen Fatoni Achmad. 

“Agenda besar tahun ini di GP Ansor Karanganyar adalah Konfercab. Hanya di Karanganyar yang masa bakti pengurusnya habis tahun ini,” katanya. 

Adapun Sidang Pleno I membahas Tata Tertib Konfercab serta Tata Tertib Pemilihan Ketua dan Formatur. Selanjutnya, Sidang Pleno II difokuskan pada pembahasan Pokok-Pokok Pikiran Program Kerja, Struktur Organisasi, serta Rekomendasi. 

Dikatakannya, 6.000 anggota GP Ansor dan Banser NU di Karanganyar siap menjalankan instruksi pimpinan pusat dan bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung keamanan dan ketertiban. Untuk itulah digelar istighosah untuk bangsa di sela agenda pra konfercab sekaligus menyikapi kondisi negara saat ini. 

Ketua PC GP Ansor Karanganyar Rosidi dalam arahannya  menekankan perlunya menghargai kerja-kerja nyata di lapangan yang selama ini dilakukan oleh kader seperti Banser.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah GP Ansor sebagai penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dan komitmen kebangsaan.

“Ansor harus terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Aswaja dan keutuhan NKRI. Organisasi ini tidak boleh terjebak dalam rutinitas formal semata, tetapi harus membawa misi dakwah sosial yang berkelanjutan,” katanya. (Abdul Alim)